MICROTEACHING
PEMBAHASAN
A. DASAR-DASAR PENDIDIKAN
Pendidikan sangat penting dan berharga dalam hidup ini. Itulah sebabnya orang tua kita berani berkorban apa saja demi pendidikan anak-anaknya.
Olehnya itu kita dapat mengartikan dasar pendidikan adalah dimana kita meletakkan pondasi yang kokoh bagi setiap masyarakat untuk dapat melakukan perubahan sikap dan tata laku dengan cara berlatih dan belajar sehingga mesti sudah selesai sekolah akan tetap belajar.
B. BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
1. Belajar
Belajar adalah kegiatan individu memperoleh pengetahuan, perilaku dan keterampilan dengan cara mengolah bahan belajar serta merupakan suatu proses mental yang terjadi dalam diri seseorang, sehingga menyebabkan adanya perubahan perilaku.
Belajar sendiri mempunyai tiga tujuan, yaitu :
a) Untuk mendapatkan pengetahuan
Pengetahuan dan kemampuan berfikir merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan. Dengan kata lain tidak dapat mengembangkan kemampuan berfikir tanpa bahan pengetahuan. Jadi, dengan adanya bahan pengetahaun, maka seseorang dapat mempergunakan kemampuan berfikir di dalam proses belajar, sehingga pengetahuan yang didapat semakin bertambah.
b) Pembentukan sikap
Pembentukan sikap mental dan perilaku anak didik tidak akan terlepas dari penanaman nilai-nilai. Oleh karena itu, guru tidak hanya sekedar mengajar, tetapi betul-betul sebagai pendidik yang akan memindahkan nilai-nilai itu kepada anak didiknya. Maka akan tumbuh kesadaran dan kemauannya untuk mempraktekkan segala sesuatu yang sudah dipelajarinya.
c) Penanaman keterampilan
Belajar memerlukan latihan-latihan yang akan menambah keterampilan dalam diri siswa, baik itu keterampilan jasmani maupun keterampilan rohani.
2. Pembelajaran
Pembelajaran adalah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Dengan kata lain pembelajaran dapat kita artikan sebagai suatu proses dimana lingkungan seseorang secara senngaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu.
Terdapat beberapa komponen pembelajaran yang meliputi :
a) Tujuan
Tujuan adalah suatu cita-cita yang ingin dicapai dari pelaksanaan suatu kegiatan. Tujuan memiliki jenjang dari yang luas dan umum sampai kepada yang sempit/khusus. Adanya tujuan yang tepat mempermudah pemilihan materi pelajaran dan pembuatan alat evaluasi. Adanya tujuan yang tepat dan yang diketahui siswa, memberi arah yang jelas dalam belajarnya.
b) Bahan Pelajaran
Bahan pelajaran adalah substansi yang akan disampaikan dalam proses belajar mengajar. Bahan pelajaran ini merupakan unsur inti yang ada didalam kegiatan belajar mengajar, karena memang bahan pelajaran itulah yang diupayakan untuk dikuasai oleh anak didik. Bahan yang disebut sebagai sumber belajar (pengajaran) ini adalah sesuatu yang membawa pesan untuk tujuan pengajaran. Tanpa bahan pelajaran proses pembelajaran tidak akan berjalan.
c) Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran adalah bentuk atau pola umum kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Kegiatan pembelajaran akan menentukan sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai. Dalam proses pembelajaran, guru dan siswa terlibat dalam sebuah interaksi dengan bahan pelajaran sebagai medianya. Dalam interaksi tersebut siswa lebih aktif bukan guru, guru hanya sebagai motivator dan fasilitator.
d) Metode
Metode merupakan komponen pembelajaran yang banyak menentukan keberhasilan pengajaran. Guru harus dapat memilih, mengkombinasikan serta mempraktekkan berbagai cara penyampaian bahan yang disesuaikan dengan situasi.
e) Alat
Alat adalah sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Alat mempunyai fungsi yaitu sebagai perlengkapan, sebagai pembantu mempermudah usaha mencapai tujuan pengajaran. Alat mempunyai fungsi yaitu sebagai perlengkapan, sebagai pembantu mempermudah usaha pencapaian tujuan dan alat sebagai tujuan.
f) Sumber Pelajaran
Sumber pelajaran adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana pengajaran terdapat atau sumber belajar seseorang. Sedangkan sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat memberikan kemudahan belajar, sehingga diperoleh sejumlah informasi, pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang diperlukan.
g) Evaluasi
Evaluasi adalah proses sederhana dalam memberikan/menetapkan nilai kepada sejumlah tujuan, kegiatan, keputusan, unjuk-kerja, proses, orang, objek, dan masih banyak yang lain. Hasil dari evaluasi dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam meningkatkan kualitas mengajar maupun kuantitas belajar siswa.
C. SIKOLOGI BELAJAR/TEORI BELAJAR
Sikologi belajara/teori belajar adalah terdiri dari 3 kategori utama atau kerangka filosofis mengenai teori-teori belajar, yaitu :
Teori belajar behaviorisme hanya berfokus pada aspek objektif diamati pembelajaran. Teori kognitif melihat melampaui perilaku untuk menjelaskan pembelajaran berbasis otak. Dan pandangan konstruktivisme belajar sebagai sebuah proses di mana pelajar aktif membangun atau membangun ide-ide baru atau konsep.
1. Teori belajar Behaviorisme
Teori behavioristik menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar dengan model hubungan stimulus responnya, mendudukan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.
2. Teori Belajar Kognitivisme
Teori belajar kognitif mulai berkembang pada abad terakhir sebagai protes terhadap teori perilaku yang telah berkembang sebelumnya. Model kognitif ini memiliki perspektif bahwa para peserta didik memproses informasi dan pelajaran melalui upaya mengorganisir, menyimpan, dan kemudian menemukan hubungan anatara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Model ini menekankan pada bagaimana informasi diproses.
3. Teori Belajar Konstruktuvisme
Teori konstruktivisme siswa dapat berfikir untuk menyelesaikan masalah, mencari idea dan membuat keputusan. Serta dapat membuat siswa akan lebih paham karena mereka terlibat langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka akan lebih pahamdan mampu mengapliklasikannya dalam semua situasi. Selian itu siswa terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep.
D. MODEL PEMBELAJARAN
Model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat kita gunakan untuk merancang pembelajaran tatap muka didalam kelas atau dalam latar tutorial dan dalam membentuk materil-materil pembelajaran termasuk buku-buku, film-film, pita kaset, dan program media computer, dan kurikulum (serangkaian studi jangka panjang).
Untuk lebih jelasnya berikut akan dikemukakan tentang model-model pembelajaran, yaitu :
a. Model Pembelajaran Berdasarkan Teori
1. Model Interaksi Sosial
Pada model ini menitikberatkan hubungan yang harmonis antara individu dengan masyarakat (learning to life together).
Dimana pembelajaran akan lebih bermakna bila materi diberikan secara utuh bukan bagian-bagian.
Model interaksi social ini mencakup strategi pembelajaran, atau metode pembelajaran berupa ; kerja kelompok, pertemuan kelas, pemecahan masalah sosial, model laboratorium, simulasi sosial.
2. Model Pemrosesan Informasi
Model berorientasi pada kemampuan siswa memproses informasi yang nantinya dapat memperbaiki kemampuannya.
Dalam pemrosesan informasi terjadi inteksi antara kondisi internal (keadaan individu, proses kognitif), kondisi-kondisi eksternal (rangsangan dari lingkungan), dan interaksi antara keduanya akan menghasilkan hasil belajar. Pembelajaran merupakan keluaran dari pemrosesan informasi yang berupa kecakapan manusia yang terdiri atas ; informasi verbal, kecakapan inetelektual, strategi kognitif, sikap dan kecakapan motorik.
Fase-fase proses pembelajaran sendiri adalah motivasi, pehamahan, pemerolehan, penahanan, ingatan kembali, generalisasi, perlakuan, dan umpan balik.
3. Model Personal
Model ini bertitik tolak dari teori Humanistik, yaitu berorientasi kepada pengembangan diri individu. Perhatian utamanya pada emosional siswa untuk mengembangkan hubungan yang produktif dengan lingkungannya. Model ini menjadikan pribadi siswa yang mampu membentuk hubungan yang harmonis serta mampu memproses informasi secara efektif.
Model pembelajaran personal ini meliputi strategi pembelajaran (metode pembelajaran) sebagai berikut:
a) Pembelajaran Non-Direktif, bertujuan untuk membentuk kemampuan dan perkembangan pribadi (kesadaran diri, pemahaman, dan konsep diri)
b) Latihan Kesadaran, bertujuan untuk menigkatkan kemampuan interpersonal atau kepedulian siswa
c) Sinetik, untuk mengembangkan kreativitas pribadi dan memecahkan masalah secara kreatif
d) Sistem Konseptual, untuk meningkatkan kompleksitas dasar pribadi yang luwes
4. Model Modifikasi Tingkah Laku
Model ini bertitik tolak pada teori belajar behavioristik, yaitu bertujuan mengembangkan sistem yang efisien untuk mengurutkan tugas-tugas belajar dan membentuk tingkah laku dengan cara memanipulasi penguatan (reinforcement).
Ada empat fase dalam model modifikasi tingkah laku, yaitu fase mesin pengajaran, (CAI dan CBI), penggunaan media, pengajaran berprograma (linier dan branching) operant conditioning, dan operant reinforcement.
5. Model Pembelajaran Kontekstual (CTL)
Adalah keterkaitan setiap materi atau topik pembelajaran dengan kehidupan nyata. Untuk mengaitkannya bias dilakukan berbagai cara, selain karena memang materi yang dipelajari secara langsung terkait dengan kondisi factual, juga bias disiasati dengan pemberian ilustrasi atau contoh, yang memang baik secara langsung maupun tidak diupayakan terkait atau berhubungan dengan pengalaman hidup nyata. Dengan demikian pembelajaran selain akan lebih menarik, juga akan dirasakan sangat dibutuhkan oleh setiap siswa karena apa yang dipelajari dirasakan langsung manfaatnya.
Pendekatan CTL merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang memberikan fasilitas kegiatan belajar siswa untuk mencari, mengolah, dan menemukan pengalaman belajar yang lebih bersifat kongkrit melalui keterlibatan aktivitas siswa dalam mencoba, melakukan dan mengalami sendiri. Dengan demikian, pembelajaran tidak sekedar dilihat dari sisi produk, akan tetapi yang terpenting adalah proses.
E. METODOLOGI PEMBELAJARAN
1) Pengertian
Metode pembelajaran adalah cara – cara menyajikan materi pelajaran yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses pembelajaran pada diri siswa dalam upaya untuk mencapai tujuan.
2) Tujuan Metode Pembelajaran
Tujuan utama dalam metodel pembelajaran adalah untuk menyampaikan meteri atau pesan yang terkandung dalam isi kurikulum secara efektif. Sehingga siswa dapat dengan mudah menerima,memahami, terekam dan tercerna dengan baik.
3) Macam – macam Metode Pembelajaran.
Metode pembelajaran terdiri dari berbagai macam di antaranya :
a) Metode Ceramah
Metode pemebelajaran ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Dengan metode ceramah, guru dapat mendorong timbulnya inspirasi bagi pendengar.
b) Metode diskusi
Metode pembalajaran diskusi adalah proses perlibatan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan saling memertahankan pendapat dalam pemecahan masalah. Sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka. Pembelajaran yang menggunakan metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif.
c) Metode Demonstrasi
Metode pembelajaran demonstrasi adalah metode yang sangat efektif untuk menolong siswa mencari jawaban atas pertanyaan seperti : Bagaimana cara mengaturnya ? Bagaiman proses bekerjanya? Bagaimana cara mengerjakannya.
d) Metode Ceramah Plus
Metode pembelajaran ceramah plus adalah metode pengajaran yang menggunakan lebih dari satu metode. Yakni metode yang dikombinasikan dengan metode lainnya.
e) Metode Resitasi
Metode pembelajaran resitasi adalah suatu metode pengajaran dengan mengharuskan siswa membuat resume dengan kalimat sendiri.
f) Metode Eksperimental
Metode pembelajaran eksperimental adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran dimana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya. Dalam metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami dan membuktikan sendiri dengan mengikuti proses. Yaitu mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan, dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya.
g) Metode Study Tour.
Metode study tour adalah metode mengajar dengan mengajak peserta didik mengunjungi suatu obyek. Hal ini untuk memperluas pengetahuan kemudian peserta didik membuat laporan dan mendiskusikan serta membukukan hasil kunjungan tersebut dengan didampingi pendidik.
h) Metode Latihan Keterampilan.
Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar dengan memberikan pelatihan keterampilan secara berulang kepada peserta didik. Kemudian mengajak langung ketempat latihan keterampilan. Untuk melihat proses, tujuan, fungsi, kegunaan, dan manfaat sesuatu. Metode latihan keterampilan ini bertujuan membentuk kebiasaan atau pola yang otomatis pada peserta didik.
i) Metode Pengajaran Beregu
Metode pembelajaran beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing – masing mempunyai tugas. Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai koordinator. Cara pengujinya : setiap pendidik membuat soal, kemudian di gabung. Jika ujian lisan maka satiap siswa yang di uji harus langsung berhadapan dengan tim pendidik tersebut.
j) Peer Theaching Method
Metode ini sama dengan mengajar temannya sendiri, yaitu suatu metode mengajar yang di bantu oleh temannya sendiri.
k) Metode pemecahan Masalah
Metode ini bukan hanya metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. Metode ini merupakan metode yang merangsang berpikir dengan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan oleh siswa. Seorang guru harus pandai – pandai merangsang siswanya untuk mencoba mengeluarkan pendapat.
l) Project Method
Metode ini adalah metode perancangan yaitu suatu metode mengajar dengan meminta peserta didik merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.
m) Taileren Method
Metode ini yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian – sebagian, misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lain yang tentu berkaitan dengan masalahnya.
n) Metode Global
Metode global yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat merka serap intisari materi tersebut.
F. STRATEGI PEMBELAJARAN
Strategi pembelajaran adalah suatu rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Berikut beberapa ulasan tentang macam-macam strategi pembelajaran:
· Srategi Pembelajaran Ekpositori (SPE) menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada siswa dengan maksud agar siswadapat menguasai pelajaran secara optimal.
· Strategi pembelajaran inkuiri menekankan pada proses mencari dan menemukan.
· SPI merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.
· Strategi pembelajaran berbassis masalah (SPBM) dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan pada proses pemecahan masalah yang dihadapi secara ilmiah
· Model pembelajaran kooperatif atau kelompok adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.
· Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka.
G. MANAJEMEN KELAS
Manajemen kelas adalah Manajemen dari kata “ Management “. Diterjemahkan pula menjadi pengelolaan, berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Sedangkan pengelolaan adalah proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan dan pencapaian tujuan. Maksud manajemen kelas adalah mengacu kepada penciptaan suasana atau kondisi kelas yang memungkinkan siswa dalam kelas tersebut dapat belajar dengan efektif.
Pendekatan yang ada di manajemen kelas antara lain :
1) Pendekatan Kekuasaan
Sikap konsisten dari seorang guru untuk menjadikan norma atau aturan-aturan dalam kelas sebagai acuan untuk menegakkan kedisplinan.
2) Pendekatan Ancaman
Dalam mengontrol tingkah laku anak didik dilakukan dengan cara memberi ancaman yang sifatnya mendidik
3) Pendekatan Kebebasan
Suatu proses untuk membantu anak didik agar merasa bebas untuk mengerjakan sesuatu kapan saja dan dimana saja.
4) Pendekatan Resep
Dilakukan dengan memberi satu daftar yang dapat menggambarkan apa yang harus dan apa yang tidak boleh dikerjakan oleh guru dalam mereaksi semua masalah atau situasi yang terjadi di kelas.
5) Pendekatan Pengajaran
Pendekatan ini didasarkan atas suatu anggapan bahwa dalam perencanaan dan pelaksanaannya akan mencegah munculnya masalah tingkah laku murid dan memecahkan masalah itu bila tidak bisa dicegah.
6) Pendekatan Perubahan Tingkah Laku
Diartikan sebagai suatu proses untuk mengubah tingkah laku anak didik.
7) Pendekatan Sosio-Emosional
Pendekatan sosio-emosional akan tercapai secarta maksimal apabila hubungan antar pribadi yang baik berkembang di dalam kelas.
8) Pendekatan Kerja Kelompok
Pendekatan kerja kelompok, dalam pendekatan ini guru menciptakan kondisi – kondisi yang memungkinkan kelompok yang produktif, selain itu guru juga harus dapat menjaga kondisi itu agar tetap baik.
9) Pendekatan elektis atau pluralistic
Pendekatan elektis yaitu guru kelas memilih berbagai pendekatan tersebut berdasarkan situasi yang dihadapi dalam suatu situasi mungkin dipergunakan salah satu dan dalam situasi yang lain mungkin mengkombinasikan ketiga pendekatan tersebut.
10) Pendekatan elektis (electic approach)
Pendekatan ini menekankan pada potensialitas, kreatifitas, dan inisiatif wali atau guru kelas dalam memilih berbagai pendekatan tersebut berdasarkan situasi yang dihadapinya.
H. PENGEMBANGAN KURIKULUM
Pengembangan kurikulum memiliki peranan yang sangat penting, apabila tidak memiliki pijakan yang kuat, maka kurikulum tersebut akan mudah terombang ambing dan yang akan dipertaruhkan adalah manusia (peserta didik) yang dihasilkan oleh pendidikan itu sendiri.
Landasan pokok dalam pengembangan kurikulum adalah landasan filosofi, landasan psikologis, landasan sosiologis, dan landasan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).
I. DESAIN PEMBELAJARAN/ PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Desain pembelajaran atau perencanaan pembelajaran adalah sebagai suatu proses kerjasama, tidak hanya menitikberatkan pada kegiatan guru atau kegiatan siswa saja, akan tetapi guru dan siswa secara bersama-sama berusaha mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dimana kita mengharapkan adanya perubahan perilaku siswa baik perubahan perilaku dalam bidang kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
Dengan kata lain perencanaan pembelajaran dapat juga dikatakan suatu proses pengambilan keputusan hasil berfikir secara rasional tentang sasaran dan tujuan pembelajaran tertentu, yaitu perubahan tingkah laku serta rangkaian kegiatan yang harus dilakukan sebagai upaya pencapaian tujuan tersebut dengan memanfaatkan segala potensi dan sumber belajar yang ada. Hasil ari proses pengambilan keputusan tersebut adalah tersusunnya dokumen yang dapat dijadikan acuan dan pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran.
J. PROSES PEMBELAJARAN
Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyengkan, menantang, memotivasi, peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik.
Pelaksanaan proses pembelajaran terdiri dari 3 (tiga) tahapan yaitu:
1) Kegiatan Pendahuluan
Merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan menfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Dalam kegiatan pendahuluan guru; menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran, mengkondisikan peserta didik tentang apa yang akan dipelajari, bagaimana mempelajarinya dan apa yang akan didapatkan sebagai hasil belajar yang akan mereka ikuti.
2) Kegiatan Inti
Kegiatan ini merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Dalam kegiatan inti pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan materi pembelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi.
· Eksplorasi, Kegiatan eksplorasi dimaksudkan untuk mencari informasi yang luas dan mendalam berdasarkan pengalaman peserta didik tentang materi yang akan dipelajari.
· Elaborasi, Pada kegiatan elaborasi, guru membiasakan peserta didik dalam membaca dan menulis melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna, memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis dan memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut, serta memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif
· Kegiatan eksplorasi adalah memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai metoda.
3) Penutup
Merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk:
a) Bersama-sama dengan peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/kesimpulan pelajaran
b) Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang telah dilakukan
c) Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
d) Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedial atau pengayaan, layanan konseling dan atau memberikan tugas individu maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik, menyampaikan pembelajaran tahap berikutnya.
K. EVALUASI PEMBELAJARAN
Ada tiga hal yang saling berkaitan dalam kegiatan evaluasi pembelajaran yaitu, evaluasi, pengukuran dan tes. Gronlund mengemukakan evaluasi adalah suatu proses yang sistematis dari pengumpulan, analisis, dan interpretasi informasi/ data untuk menentukan sejauhmana siswa telah mencapai tujuan pembelajarannya. Kemudian pengukuran adalah suatu proses yang menghasilkan gambaran berupa angka-angka mengenai tingkatan cirri-ciri khusus yang dimiliki oleh individu (siswa). Sedangkan tes adalah suatu alat atau prosedur yang sistematis untuk mengukur suatu sampel perilaku.
Evaluasi dalam pembelajarann dapat dilihat langsung hasilnya dari usaha belajar, transfer sebagai akibat dari belajar dan proses belajar itu sendiri.
Evaluasi harus dilakukan dengan tepat, teliti dan objektif terhadap hasil belajar sehingga dapat menjadi alat untuk mengecek kemampuan siswa dalam belajarnya dan mempertinggi prestasi belajarnya. Disamping itu, dapat menjadi alat pengontrol bagi cara mengajar guru, serta dapat membimbing murid untuk memahami dirinya (keunggulan dan kelemahannya).
KESIMPULAN
Dalam dunia pendidikan terdapat beberapa proses untuk mencapai tujuan yang kita harapkan sesuai dengan apa yang sudah kita rencanakan. Dimana terlebih dahulu agar apa yang kita rencanakan dapat berhasil kita terlebih dahulu harus lebih tahu dan paham membedakan antara belajar dan pembelajaran itu apa serta point-point yang terdapat didalamnya. Mulai dari pengertian belajar itu sendiri apa dan pembelajaran, sikologi pembelajaran, model pembelajaran, metodelogi pembelajaran, strategi pembelajaran, manajemen kelas, pengembangan kurikulum, desain pembelajaran, proses pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.
Dari beberapa pembahasan diatas banyak yang dapat kita perlu pahami, agar pendidikan yang berlangsung dapat berjalan sesuai apa yang telah kita rencanakan sebelumnya. Serta hasil dari evaluasi pembelajaran tersebut sesuai yang kita harapkan, ini semua bisa terwujud, jika dalam proses pembelajaran tersebut dapat berjalan sesuai yang semestinya. Ini semua dapat terjadi jika kita dapat mengaplikasikan beberapa point dari pembahasan diatas.

0 Response to "Pembelajaran Microteaching"
Post a Comment